Rabu, 07 Juli 2010

Al Quran, Muhjizat Terbesar Dari Allah Untuk Umat Islam dan


Al-Qur’ān (ejaan KBBI: Alquran, Arab: القرآن) adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam memercayai bahwa Al-Qur’an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-’Alaq ayat 1-5

Etimologi

Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti “bacaan” atau “sesuatu yang dibaca berulang-ulang”. Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara’a yang artinya membaca. Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur’an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah yang artinya:

Terminologi

Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur’an sebagai berikut:


“Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah”.

Adapun Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur’an sebagai berikut:

“Al-Qur’an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas”

Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai Muslim, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada umat Nabi Musa AS atau Kitab Injil yang diturunkan kepada umat Nabi Isa AS. Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadits Qudsi, tidak termasuk Al-Qur’an.

Jaminan Tentang Kemurnian Al-Quran dan Bukti-Buktinya

Kemurnian Kitab Al-Quran ini dijamin langsung oleh Allah, yaitu Dzat yang menciptakan dan menurunkan Al-Quran itu sendiri. Dan pada kenyataannya kita bisa melihat, satu-satu kitab yang mudah dipelajari bahkan sampai dihafal oleh beribu-ribu umat Islam.

Nama-nama lain Al-Qur’an

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nama lain Al-Qur’an

Dalam Al-Qur’an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur’an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya:

Al-Kitab, QS(2:2),QS (44:2)

Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1)

Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9)

Al-Mau’idhah (pelajaran/nasehat): QS(10:57)

Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37)

Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39)

Asy-Syifa’ (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82)

Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33)

At-Tanzil (yang diturunkan): QS(26:192)

Struktur dan pembagian Al-Qur’an

Surat, ayat dan ruku’

Al-Qur’an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat). Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al Kautsar, An-Nasr dan Al-‘Așr. Surat-surat yang panjang terbagi lagi atas sub bagian lagi yang disebut ruku’ yang membahas tema atau topik tertentu.

Makkiyah dan Madaniyah

Sedangkan menurut tempat diturunkannya, setiap surat dapat dibagi atas surat-surat Makkiyah (surat Mekkah) dan Madaniyah (surat Madinah). Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunan surat dan ayat tertentu di mana surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah. Pembagian berdasar fase sebelum dan sesudah hijrah ini lebih tepat, sebab ada surat Madaniyah yang turun di Mekkah.

Juz dan manzil

Dalam skema pembagian lain, Al-Qur’an juga terbagi menjadi 30 bagian dengan panjang sama yang dikenal dengan nama juz. Pembagian ini untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan bacaan Al-Qur’an dalam 30 hari (satu bulan). Pembagian lain yakni manzil memecah Al-Qur’an menjadi 7 bagian dengan tujuan penyelesaian bacaan dalam 7 hari (satu minggu). Kedua jenis pembagian ini tidak memiliki hubungan dengan pembagian subyek bahasan tertentu.

Menurut ukuran surat

Kemudian dari segi panjang-pendeknya, surat-surat yang ada didalam Al-Qur’an terbagi menjadi empat bagian, yaitu:

As Sab’uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Yaitu Surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisaa’, Al-A’raaf, Al-An’aam, Al Maa-idah dan Yunus

Al Miuun (seratus ayat lebih), seperti Hud, Yusuf, Mu’min dan sebagainya

Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat), seperti Al-Anfaal, Al-Hijr dan sebagainya

Al Mufashshal (surat-surat pendek), seperti Adh-Dhuha, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan sebagainya

Sejarah Al-Qur’an hingga berbentuk mushaf

Al-Qur’an memberikan dorongan yang besar untuk mempelajari sejarah dengan secara adil, objektif dan tidak memihak[2]. Dengan demikian tradisi sains Islam sepenuhnya mengambil inspirasi dari Al-Qur’an, sehingga umat Muslim mampu membuat sistematika penulisan sejarah yang lebih mendekati landasan penanggalan astronomis.

Penurunan Al-Qur’an

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Periode penurunan Al-Qur’an

Al-Qur’an tidak turun sekaligus. Al-Qur’an turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.

Penulisan Al-Qur’an dan perkembangannya

Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) Al-Qur’an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kemudian transformasinya menjadi teks yang dijumpai saat ini selesai dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan.

Pengumpulan Al-Qur’an di masa Rasullulah SAW

Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur’an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan. Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an setelah wahyu diturunkan.

Pengumpulan Al-Qur’an di masa Khulafaur Rasyidin

Pada masa pemerintahan Abu Bakar

Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur’an dalam jumlah yang signifikan. Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur’an yang saat itu tersebar di antara para sahabat. Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut. Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur’an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar. Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW.

Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan

Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur’an (qira’at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda. Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku. Standar tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga saat ini. Bersamaan dengan standarisasi ini, seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan (dibakar). Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam di masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur’an.

Mengutip hadist riwayat Ibnu Abi Dawud dalam Al-Mashahif, dengan sanad yang shahih:

Suwaid bin Ghaflah berkata, “Ali mengatakan: Katakanlah segala yang baik tentang Utsman. Demi Allah, apa yang telah dilakukannya mengenai mushaf-mushaf Al Qur’an sudah atas persetujuan kami. Utsman berkata, ‘Bagaimana pendapatmu tentang isu qira’at ini? Saya mendapat berita bahwa sebagian mereka mengatakan bahwa qira’atnya lebih baik dari qira’at orang lain. Ini hampir menjadi suatu kekufuran’. Kami berkata, ‘Bagaimana pendapatmu?’ Ia menjawab, ‘Aku berpendapat agar umat bersatu pada satu mushaf, sehingga tidak terjadi lagi perpecahan dan perselisihan.’ Kami berkata, ‘Pendapatmu sangat baik’.”

Menurut Syaikh Manna’ Al-Qaththan dalam Mahabits fi ‘Ulum Al Qur’an, keterangan ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Utsman telah disepakati oleh para sahabat. Demikianlah selanjutnya Utsman mengirim utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. Lalu Utsman memanggil Zaid bin Tsabit Al-Anshari dan tiga orang Quraish, yaitu Abdullah bin Az-Zubair, Said bin Al-Ash dan Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam. Ia memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf, dan jika ada perbedaan antara Zaid dengan ketiga orang Quraish tersebut, hendaklah ditulis dalam bahasa Quraish karena Al Qur’an turun dalam dialek bahasa mereka. Setelah mengembalikan lembaran-lembaran asli kepada Hafsah, ia mengirimkan tujuh buah mushaf, yaitu ke Mekkah, Syam, Yaman, Bahrain, Bashrah, Kufah, dan sebuah ditahan di Madinah (mushaf al-Imam).

Upaya penerjemahan dan penafsiran Al Qur’an

Upaya-upaya untuk mengetahui isi dan maksud Al Qur’an telah menghasilkan proses penerjemahan (literal) dan penafsiran (lebih dalam, mengupas makna) dalam berbagai bahasa. Namun demikian hasil usaha tersebut dianggap sebatas usaha manusia dan bukan usaha untuk menduplikasi atau menggantikan teks yang asli dalam bahasa Arab. Kedudukan terjemahan dan tafsir yang dihasilkan tidak sama dengan Al-Qur’an itu sendiri.

Terjemahan

Terjemahan Al-Qur’an adalah hasil usaha penerjemahan secara literal teks Al-Qur’an yang tidak dibarengi dengan usaha interpretasi lebih jauh. Terjemahan secara literal tidak boleh dianggap sebagai arti sesungguhnya dari Al-Qur’an. Sebab Al-Qur’an menggunakan suatu lafazh dengan berbagai gaya dan untuk suatu maksud yang bervariasi; terkadang untuk arti hakiki, terkadang pula untuk arti majazi (kiasan) atau arti dan maksud lainnya.

Terjemahan dalam bahasa Indonesia di antaranya dilaksanakan oleh:

Al-Qur’an dan Terjemahannya, oleh Departemen Agama Republik Indonesia, ada dua edisi revisi, yaitu tahun 1989 dan 2002

Terjemah Al-Qur’an, oleh Prof. Mahmud Yunus

An-Nur, oleh Prof. T.M. Hasbi Ash-Siddieqy

Al-Furqan, oleh A.Hassan guru PERSIS

Terjemahan dalam bahasa Inggris

The Holy Qur’an: Text, Translation and Commentary, oleh Abdullah Yusuf Ali

The Meaning of the Holy Qur’an, oleh Marmaduke Pickthall

Tafsir

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Tafsir al qur’an

Upaya penafsiran Al-Qur’an telah berkembang sejak semasa hidupnya Nabi Muhammad, saat itu para sahabat tinggal menanyakan kepada sang Nabi jika memerlukan penjelasan atas ayat tertentu. Kemudian setelah wafatnya Nabi Muhammad hingga saat ini usaha menggali lebih dalam ayat-ayat Al-Qur’an terus berlanjut. Pendekatan (metodologi) yang digunakan juga beragam, mulai dari metode analitik, tematik, hingga perbandingan antar ayat. Corak yang dihasilkan juga beragam, terdapat tafsir dengan corak sastra-bahasa, sastra-budaya, filsafat dan teologis bahkan corak ilmiah.

Adab Terhadap Al-Qur’an

Ada dua pendapat mengenai hukum menyentuh Al-Qur’an terhadap seseorang yang sedang junub, perempuan haid dan nifas. Pendapat pertama mengatakan bahwa jika seseorang sedang mengalami kondisi tersebut tidak boleh menyentuh Al-Qur’an sebelum bersuci. Sedangkan pendapat kedua mengatakan boleh dan sah saja untuk menyentuh Al-Qur’an, karena tidak ada dalil yang menguatkannya.[3]

Pendapat pertama

Sebelum menyentuh sebuah mushaf Al-Qur’an, seorang Muslim dianjurkan untuk menyucikan dirinya terlebih dahulu dengan berwudhu. Hal ini berdasarkan tradisi dan interpretasi secara literal dari surat Al Waaqi’ah ayat 77 hingga 79.

Terjemahannya antara lain:56-77. Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, 56-78. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), 56-79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (56:77-56:79)

Penghormatan terhadap teks tertulis Al-Qur’an adalah salah satu unsur penting kepercayaan bagi sebagian besar Muslim. Mereka memercayai bahwa penghinaan secara sengaja terhadap Al Qur’an adalah sebuah bentuk penghinaan serius terhadap sesuatu yang suci. Berdasarkan hukum pada beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim, hukuman untuk hal ini dapat berupa penjara kurungan dalam waktu yang lama dan bahkan ada yang menerapkan hukuman mati.

Pendapat kedua

Pendapat kedua mengatakan bahwa yang dimaksud oleh surat Al Waaqi’ah di atas ialah: “Tidak ada yang dapat menyentuh Al-Qur’an yang ada di Lauhul Mahfudz sebagaimana ditegaskan oleh ayat yang sebelumnya (ayat 78) kecuali para Malaikat yang telah disucikan oleh Allah.” Pendapat ini adalah tafsir dari Ibnu Abbas dan lain-lain sebagaimana telah diterangkan oleh Al-Hafidzh Ibnu Katsir di tafsirnya. Bukanlah yang dimaksud bahwa tidak boleh menyentuh atau memegang Al-Qur’an kecuali orang yang bersih dari hadats besar dan hadats kecil.

Pendapat kedua ini menyatakan bahwa jikalau memang benar demikian maksudnya tentang firman Allah di atas, maka artinya akan menjadi: Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali mereka yang suci/bersih, yakni dengan bentuk faa’il (subyek/pelaku) bukan maf’ul (obyek). Kenyataannya Allah berfirman : Tidak ada yang menyentuhnya (Al-Qur’an) kecuali mereka yang telah disucikan, yakni dengan bentuk maf’ul (obyek) bukan sebagai faa’il (subyek).

“Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci” [4]Yang dimaksud oleh hadits di atas ialah : Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang mu’min, karena orang mu’min itu suci tidak najis sebagaimana sabda Muhammad. “Sesungguhnya orang mu’min itu tidak najis”[5]

Hubungan dengan kitab-kitab lain

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hubungan Al-Qur’an dengan kitab lain

Berkaitan dengan adanya kitab-kitab yang dipercayai diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Muhammad SAW dalam agama Islam (Taurat, Zabur, Injil, lembaran Ibrahim), Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menegaskan posisinya terhadap kitab-kitab tersebut. Berikut adalah pernyataan Al-Qur’an yang tentunya menjadi doktrin bagi ummat Islam mengenai hubungan Al-Qur’an dengan kitab-kitab tersebut:

Bahwa Al-Qur’an menuntut kepercayaan ummat Islam terhadap eksistensi kitab-kitab tersebut. QS(2:4)

Bahwa Al-Qur’an diposisikan sebagai pembenar dan batu ujian (verifikator) bagi kitab-kitab sebelumnya. QS(5:48)

Bahwa Al-Qur’an menjadi referensi untuk menghilangkan perselisihan pendapat antara ummat-ummat rasul yang berbeda. QS(16:63-64)

Bahwa Al-Qur’an meluruskan sejarah. Dalam Al-Qur’an terdapat cerita-cerita mengenai kaum dari rasul-rasul terdahulu, juga mengenai beberapa bagian mengenai kehidupan para rasul tersebut. Cerita tersebut pada beberapa aspek penting berbeda dengan versi yang terdapat pada teks-teks lain yang dimiliki baik oleh Yahudi dan Kristen.

Daftar kepustakaan

Departemen Agama Republik Indonesia — Al-Qur’an dan Terjemahannya.

Baidan, Nashruddin. 2003. Perkembangan Tafsir Al Qur’an di Indonesia. Solo. Tiga Serangkai.

Baltaji, Muhammad. 2005. Metodologi Ijtihad Umar bin Al Khatab. (terjemahan H. Masturi Irham, Lc). Jakarta. Khalifa.

Faridl, Miftah dan Syihabudin, Agus –Al-Qur’an, Sumber Hukum Islam yang Pertama, Penerbit Pustaka, Bandung, 1989 M.

Ichwan, Muhammad Nor. 2001. Memasuki Dunia Al-Qur’an. Semarang. Lubuk Raya.

——————————. 2004.Tafsir ‘Ilmy: Memahami Al Qur’an Melalui Pendekatan Sains Modern. Yogyakarta. Menara Kudus.

Ilyas, Yunahar. 1997. Feminisme dalam Kajian Tafsir Al-Qur’an Klasik dan Kontemporer. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

al Khuli, Amin dan Nasr Hamid Abu Zayd. 2004. Metode Tafsir Sastra. (terjemahan Khairon Nahdiyyin). Yogyakarta. Adab Press.

al Mahali, Imam Jalaluddin dan Imam Jalaluddin As Suyuthi,2001, Terjemahan Tafsir Jalalain Berikut Azbabun Nuzul Jilid 4 (terj oleh Bahrun Abu Bakar, Lc), Bandung, Sinar Algesindo.

Qardawi, Yusuf. 2003. Bagaimana Berinteraksi dengan Al-Qur’an. (terjemahan: Kathur Suhardi). Jakarta. Pustaka Al-Kautsar.

al-Qattan, Manna Khalil. 2001. Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an. Jakarta. Lentera Antar Nusa.

al-Qaththan, Syaikh Manna’ Khalil. 2006. Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an (Mahabits fi ‘Ulum Al Qur’an). Terjemahan: H. Aunur Rafiq El-Mazni, Lc, MA. Jakarta. Pustaka Al-Kautsar.

ash-Shabuny, Muhammad Aly. 1996. Pengantar Studi Al-Qur’an (at-Tibyan) (terjemahan: Moch. Chudlori Umar dan Moh. Matsna HS). Bandung. al-Ma’arif.

ash Shiddieqy,Teungku Muhammad Hasbi. 2002, Ilmu-ilmu Al Qur’an: Ilmu-ilmu Pokok dalam Menafsirkan Al Qur’an,Semarang, Pustaka Rizki Putra

Shihab, Muhammad Quraish. 1993. Membumikan Al-Qur’an. Bandung. Mizan.

———————————–. 2002. Tafsir Al-Misbah; Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an Jilid 1. Jakarta. Lentera hati.

Wahid, Marzuki. 2005. Studi Al Qur’an Kontemporer: Perspektif Islam dan Barat. Bandung. Pustaka Setia..

Keutamaan Dalam Kehidupan Manusia dan Tuntunan Baik Dalam Islam


Keutamaan Shalat Shubuh
Bukhari

Dari Abu Hurairah RA : “Aku pernah mendengar Rasululloh SAW bersabda : Pahala shalat berjamaah adalah 25kali lebih besar dibandingkan mengerjakan shalat sendirian. Malaikat malam hari dan malaikat siang hari berkumpul pada waktu shubuh.” Abu Hurairah kemudian menambahkan (Allah Berfirman) : “Sesungguhnya shalat shubuh itu disaksikan para malaikat.”

Orang Yang Kuat Adalah ..
Muttafaqun Alaih

Orang yang kuat itu bukanlah orang yang kuat dalam berkelahi, namun orang yang kuat adalah orang yang dapat menguasai emosinya tatkala marah (Muttafaqun Alaih)

Termasuk Yang Manakah ‘Hatimu’?
Ahmad, Thabrani, Haitsami & Hindi

Hati itu ada empat. (Pertama), hati yang bersih dan di dalamnya terdapat pelita yang menerangi. Itu adalah hati orang mukmin. (Kedua), hati yang hitam dan terbalik. Itu adalah hati orang kafir. (Ketiga), hati yang tertutup dan terikat dengan tutupnya. Itu adalah hati orang munafik. (Keempat), hati yang lebar dan di dalamnya ada iman dan nifak. Perumpamaan iman di dalamnya seperti sayuran yang dibantu oleh air yang baik. Perumpamaan nifak di dalamnya seperti luka yang dibantu oleh nanah dan darah. Manakah di antara kedua pembantu ini yang lebih mendominasi, dengannyalah kemenangan ditetapkan baginya.

Luruskan Perjuanganmu!
Bukhari & Muslim

Dari Abu Abdullah Nu’man bin Basyir RA ia berkata : “Saya mendengar Rasululloh SAW bersabda, “Luruskanlah dan samakanlah barisan salatmu, atau kalau tidak, niscaya Allah akan benar-benar mengubah bentuk wajahmu.”

Keutamaan Al Ikhlas
Tirmidzi

Dari Anas RA bahwasanya ada seseorang berkata : “Wahai Rasululloh SAW sesungguhnya saya sangat suka pada surat Qul Huwallaahu Ahad” Beliau bersabda : “Sesungguhnya kecintaanmu terhadap surat itu dapat memasukkanmu ke dalam surga”

Keutamaan An Naas & Al Falaq
Muslim

Dari Uqbah bin Amir RA bahwasanya Rasululloh SAW bersabda : “Tidakkah kamu perhatikan beberapa ayat yang diturunkan pada malam ini tiada bandingannya sama sekali yaitu surat Qul a’uudzu birabbil falaq dan Qul a’uudzu birabbinnaas”

Apakah Anda Termasuk Berpaling?
Bukhari

Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda : “Semua umatku masuk syurga, kecuali orang-orang yang berpaling.” ada yang bertanya : “Wahai Rosululloh, siapa saja mereka?”. Rasululloh SAW bersabda : “Siapa saja yang taat kepadaku pasti masuk syurga. Dan siapa saja yang mendurhakaiku dialah termasuk orang-orang yang berpaling.”

Kejujuran adalah Wajib
Muttafaqun Alaih

Sesungguhnya kejujuran itu membawa kebajikan dan kebajikan membawa pelakunya ke syurga. Tidaklah seseorang berbuat jujur hingga Allah mencatatnya sebagai orang jujur. Kedustaan itu membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu membawa ke neraka. Tidaklah seseorang berbuat jahat hingga Allah SWT mencatatnya sebagai penjahat

Bersujudlah dengan Ikhlas
Muslim

Tsauban RA berkata bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Hendaklah kalian memperbanyak sujud kepada Allah. Karena sesungguhnya tidaklah kalian sujud sekali saja, kecuali Allah akan mengangkat kalian semua kepada-Nya dengan sujud itu satu derajat dan menggugurkan dengannya dari kalian satu dosa.

slam Akan Memasuki Setiap Rumah
Ahmad, al-Baihaqi, al-Hakim, ath-Thabrani, Ibn Bisyran dan Abu ‘Urubah

Sungguh perkara (agama) ini akan sampai ke seluruh dunia sebagaimana sampainya malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun baik di kota maupun di desa kecuali Allah akan memasukkan agama ini dengan kemuliaan yang dimuliakan atau kehinaan yang dihinakan; kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghina-dinakan kekufuran

Kewajiban Berbhakti Kepada Ortu
Bukhari & Muslim

Abu Bakrah berkata : Rasululloh SAW bersabda, “Sukakah saya beritahukan kepadamu dosa yang paling besar? Yaitu menyekutukan Allah dan Durhaka kepada kedua orang tua.” Tadinya Nabi SAW menyandar, tapi kemudian dia tegak duduk sambil bersabda, “Camkanlah dan saksi palsu, dan perkataan bohong.” Maka Nabi selalu mengulangi : “Dan persaksian palsu,” sehingga kami berkata, “Semoga Nabi Diam.”

Islamfobia Facebookers, Kembali Lakukan Penghinaan Kepada Islam dan Nabi


lihat artikel terkait : Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad dan Agama Islam di Berbagai Belahan Dunia

Islamfobia yang melanda para Facebookers saat ini kembali menuai protes keras, karena adanya penistaan agama Islam. Dalam jejaring sosial yang paling digandrungi masyarakat Indonesia tersebut, muncul sebuah lomba menggambar sketsa Nabi Muhammad digelar. Informasi lomba tersebut disebarkan lewat situs jejaring sosial facebook. Sebuah grup di facebook bertajuk ‘Everybody Draw Mohammed Day!’ menginformasikan soal lomba tersebut. Lomba akan digelar pada 20 Mei 2010.

Penghinaan terhadap Islam selalu dilancarkan dari dulu sampai sekarang tiada henti, khususnya oleh kelompok manusia yang punya perasaan Islamfobia yang inggi. Mereka selalu mencari celah untuk menjatuhkan Islam, dan sepertinya akan terus berlangsung sampai kemenangan besar umat Islam tiba. Internet dan dunia maya sebagai salah satu media yang mereka pilih sebagai sarana kejahatan mereka. Misalnya melalui blog, jejaring sosial dan forum-forum komunitas tertentu.

Sebagian besar umat muslim di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia marah dan merasa terhina. Pakistan bahkan lebih maju, Pengadilan Tinggi Lahore memerintahkan Dewan Telekomunikasi Pakistan untuk memblokir Facebook mulai Rabu 19 Mei 2010.

“May 20th 2010 is draw Mohammed day! Help spread knowledge about this important day – invite your friends!” demikian informasi yang tertulis di laman tersebut. Grup ini dibuat sejak 25 April. Dalam beberap minggu ini, sudah ada puluhan ribu facebookers yang menyatakan kesukaannya pada grup ini. Pengelola laman pun meminta informasi lomba ini untuk disebarkan. Sekitar belasan ribu facebookers mengonfirmasikan akan mengikuti lomba menggambar sketsa Nabi yang sangat dihormati umat Islam ini.

Lomba menggambar sketsa Nabi Muhammad yang dipublikasikan lewat situs jejaring sosial facebook mengundang reaksi keras. Pemerintah diminta melayangkan surat protes kepada situs jejaring sosial tersebut, dan melakukan pemblokiran. Seharusnya berbagai pihak harus menuntut pemerintah Indonesia untuk melayangkan surat protes kepada Facebook, dan meminta Facebook untuk menarik even tersebut, serta meminta maaf pada umat Islam di Indonesia khususnya, dan dunia pada umumnya. Pemerintah harus didesak untuk melakukan usaha pemblokiran akses website www.facebook.com di Indonesia, sampai Facebook menarik event tersebut dan menyampaikan permintaan maaf.

Berbagai institusi dan baigian masyarakat harus mendesak pemerintah membangun komunikasi dengan pemerintah Amerika, guna memberikan sanksi tegas kepada pelaksana event perlombaan menggambar Nabi Muhammad ini. Sebaiknya semua umat harus saling memahami untuk tidak melakukan pelecehan terhadap agama apapun dengan mengatasnamakan kebebasan.

Lomba menggambar sketsa Nabi Muhammad itu dipulikasikan oleh sebuah grup di facebook bertajuk ‘Everybody Draw Mohammed Day!’. Lomba akan digelar pada 20 Mei 2010. “May 20th 2010 is draw Mohammed day! Help spread knowledge about this important day – invite your friends!” demikian informasi yang tertulis di laman yang dibuat sejak 25 April ini.

Administrator grup tersebut buru-buru membuat klarifikasi. Kata mereka, ini bukan perlombaan, tapi karya bersama. “Kami tak bermaksud melakukan fitnah terhadap umat muslim, ini bukan grup yang bermaksud menghina Islam. Ini hanya salah satu cara melawan ekstrimis yang melakukan kekerasan pada orang yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Namun sebaliknya tak kalah dengan kelompok itu, muncul kelompok AGAINST “Everybody Draw Mohammed Day yang jumlah facebookers malah melebihi seterunya itu. (http://www.facebook.com/pages/AGAINST-Everybody-Draw-Mohammed-Day/113267462046186?ref=ts )

Grup Facebook ‘Everybody Draw Muhammed Day’ menimbulkan protes dari berbagai belahan dunia. Munculnya grup ini berawal dari Seattle, AS, dan dipicu kekisruhan serial kartun komedi South Park yang menampilkan Nabi Muhammad berkostum beruang. Ide lomba kartun nabi itu berawal dari Molly Norris, seorang kartunis asal Seattle. Norris ingin menanggapi sikap stasiun televisi Comedy Central yang menyensor episode ke 201 dari serial kartun dewasa South Park. Seperti dilansir dari New York Times, Kamis (22/4/2010), Comedy Central menyensor episode ke 201 karena menampilkan Nabi Muhammad memakai kostum beruang. Langkah itu diambil menyusul protes dari kelompok muslim di AS terhadap film karya Matt Stone dan Trey Parker itu.

Banyak yang menilai langkah Comedy Central sudah tepat, karena episode itu memang memancing isu SARA. Namun banyak juga yang membela Stone dan Parker. Nah, Norris membela para koleganya itu dengan alasan hak asasi untuk berekspresi dan mengeluarkan pendapat. Seperti ditulis rawstory.com, Sabtu (24/4/2010) Norris lalu tercetus ide mengadakan lomba gambar nabi. Norris mempublikasikan poster lomba tersebut di situs pribadinya dan lalu disambut dengan munculnya grup di Facebook yang dibuat oleh orang lain. Grup Facebook inilah yang kemudian mendunia dan mengundang protes dunia internasional.

South Park bukan sekali ini saja menampilkan Nabi Muhammad. Dalam salah satu episodenya beberapa tahun lalu, Stone dan Parker pernah menampilkan Nabi Muhammad bersama Yesus, Buddha, Krishna dan Musa. Mereka digambarkan sebagai lima sekawan pahlawan super. Meski demikian, protes saat itu muncul karena memunculkan gambar Nabi Muhammad.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring akan mengirim surat ke pengelola situs jejaring sosial Facebook di luar negeri mengenai lomba menggambar kartun Nabi Muhammad di akun tersebut. “Percuma kalau sudah dihapus kalau ada pihak lain yang memposting kembali, untuk itu perlu juga kesadaran dari kita semua mengenai hal tersebut”, kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring. Menurutnya, lomba menggambar kartun di akun Facebook adalah celah untuk memprovokasi kerukunan umat beragama. “Untuk itu, kami meminta kepada masyarakat agar tidak terpancing oleh akun tersebut dan kita cooling down saja menghadapi hal ini”, katanya.

Menurut dia, mengenai Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (RPM Konten) tentang pembatasan konten multimedia, tidak akan mengatur kebebasan pers dan hanya mengatur unsur negatif di dalamnya. “Unsur negatif tersebut adalah pornografi, penjudian, penipuan, kekerasan dan penghinaan terhadap agama, suku dan ras, kata Tifatul Sembiring. Ia menambahkan, kecanggihan teknologi yang sekarang ini dilakukan tidak hanya untuk hal positif tapi banyak juga pihak yang melakukan untuk hal negatif, untuk itu pihaknya akan meminimalisasikan hal tersebut dengan RPM Konten.

Pakistan Blokir Facebook

Kontes gambar Nabi yang muncul di Facebook mendapat protes dari berbagai belahan dunia. Jika Menkominfo Tifatul Sembiring menyurati Facebook agar konten itu dicabut, maka Pakistan sudah melakukan cara yang lebih keras. Seperti dikutip detikcom dari Daily Times, Rabu (19/5/2010), pemblokiran telah diperintahkan oleh Pakistan Telecommunication Authority kepada seluruh penyelenggara jasa internet (Internet Service Provider/ISP) di sana. Seluruh ISP di negara tetangga India itu diperintahkan untuk memblokir akses ke grup di Facebook yang menginformasikan adanya kontes tersebut. Selain itu, ada sebuah kampanye terpisah untuk melakukan boikot Facebook pada tanggal 20 Mei 2010. Keputusan pemblokiran di Pakistan dilakukan oleh sebuah pengadilan. Menurut DeccanHerald, Hakim Ijaz Choudhry memerintahkan pemblokiran sementara pada Facebook berdasarkan petisi dari kelompok pengacara muslim. Blokir harus dilakukan hingga tanggal 31 Mei 2010.

Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA), Rabu, memerintahkan para penyedia jasa Internet untuk menutup tanpa batas Facebook akibat digelarnya kompetisi online menggambar kartun Nabi Muhammad di laman jejaring sosial itu. Perintah itu dikeluarkan setelah ada keputusan dari Pengadilan Tinggi Lahore yang melarang sementara Facebook di Pakistan menyusul laporan media massa negeri itu mengenai kompetisi pembuatan kartun nabi yang akan diselenggarakan 20 Mei ini. “Pengadilan Tinggi telah memerintahkan pemerintah untuk secepatnya memblok Facebook sampai 31 Mei akibat menggelar kompetisi penghinaan agama,” kata Azhar Siddique, wakil dari Forum Pengacara Islam yang melayangkan gugatan berupa petisi ke Pengadilan Tinggi Lahore. “Pengadilan juga memerintahkan menteri luar negeri untuk menyelidiki mengapa kompetisi seperti itu diadakan.”

Juru bicara PTA, pengawas telekomunikasi negara itu, mengatakan Selasa sebelumnya pemerintah telah memerintahkan penyedia Internet untuk hanya memblok laman Facebook yang menunjukkan karikatur-karikatur nabi. Namun Rabu ini pengadilan mengubah keputusan itu dengan memerintahkan penutupan semua laman Facebook.

Bagi kaum muslim, setiap penggambaran Nabi Muhammada dianggap tidak Islami dan menghina agama. Sampai sore hari ini, Facebook tidak bisa diakses oleh para penggunanya di Pakistan, kendati “blackberry” dan perangkat mobile lainnya bisa dipakai untuk mengakses laman itu.

Namun sejumlah kalangan mengingatkan bahwa langkah pengadilan tinggi itu justru menjadi bumerang. “Memblok semua laman akan membuat marah para pengguna, terutama kaum muda. karena laman jejaring sosial itu begitu populer buat mereka dan mereka menyisihkan banyak waktu untuk itu,” kata CEO Nayatel, Wahaj-us-Siraj. “Pada dasarnya, hakim-hakim kita secara teknikal tidak mengerti. Mereka hanya memerintahkan, padahal cukup dengan memblok URL atau link tertentu saja.” Di halaman informasi Facebook untuk kontes itu, penyelenggara kompetisi menggambarkan kompetisi ini sebagai jawaban iseng untuk para bloger Muslim yang telah memperingatkan pencipta acara komedi televisi “South Park” karena mempertontonkan gambaran Nabi Muhammad mengenakan pakaian beruang.

Publikasi kartun serupa di koran-koran Denmark pada 2005 menciptakan protes maut di negara-negara Muslim. Sekitar 50 orang tewas selama demonstrasi anti kartun Nabi di negara-negara Muslim pada 2006 yang lima orang diantaranya dari Pakistan. Pakistan juga pernah menutup laman video terkenal YouTube pada 2007 selama sekitar setahun karena dianggap telah menayangkan video-video tidak Islami.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj juga memprotes lomba menggambar kartun Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan satu pengguna situs jejaring sosial Facebook. “Itu haram, karena para ulama sedunia sepakat bahwa Nabi Muhammad SAW itu tidak boleh diimajinasikan,” katanya. Dia meminta pemerintah bertindak agar tidak meresahkan masyarakat dunia, terutama umat Islam di Tanah Air. “Mungkin saja kami mengirim surat ke pengelola situs jejaring sosial `Facebook` itu di Amerika, tapi pemerintahlah yang lebih tepat melakukan hal itu. Kami pasti akan mendukung,” katanya.

Di Jakarta (19/5), Menkominfo Tifatul Sembiring menilai percuma kalau akun “Facebook” dihapus karena akan selalu ada pihak lain yang memposting kembali. “Lomba menggambar kartun di akun Facebook adalah celah untuk memprovokasi kerukunan umat beragama, karena itu kami minta masyarakat agar tidak terpancing oleh akun itu. Kita cooling down saja,” katanya.

Harus Ada Efek jera

Belum adanya efek jera yang ditimbulkan karena membuat blog yang bersinggungan dengan SARA, sebuah blog yang menyudutkan Islam sering muncul menghantui dunia maya.Di awal tahun 2010 ini setidaknya ada beberapa blog yang menyudutkan agama tertentu. Situs yang beralamat di linapenulis.com, merupakan salah satu blog baru yang berisi mengenai pandangan sang penulis terhadap Islam. Si penulis tersebut lebih banyak mengumbar tulisan yang lebih mengarah ke penghinaan kepada umat Islam dan Nabi Muhammad.

Di blog tersebut, meskipun tidak dijelaskan secara terperinci profil dari penulis mengenai tujuan didirikan blog itu, namun di laman ini si penulis cukup ‘berani’ menyertakan alamat emailnya yang dia tulis di bagian header dalam blognya tersebut. Ditelisik lebih jauh, blog linapenulis.com ini tidak diketahui kapan didirikannya, namun yang jelas dari dokumen yang dibuat tercatat bulan September 2009, sebagai awal munculnya blog ini.

Kendati baru beberapa bulan dibuat, bebarapa tulisan rajin di isi oleh pengelola linamuslim.com. Tercatat pada tanggal 3 Januari 2010, sebagai tulisan terakhirnya. Yang membuat blog ini ‘agak berbeda’ dengan yang lainnya adalah, meskipun menggunakan wordpress, namun domain di blog ini sudah menggunakan.com. Ini artinya, si penulis benar-benar niat mempublikasikan tulisannya dengan sedikit berkorban merogoh kocek untuk membeli domain tersebut.

Saat diungkap lebih jauh, linapenulis.com menggunakan idwebhosting.com untuk menyewa server. Lebih jauh juga terlihat, lokasi pembuatan domain ini dilakukan dengan alamat di Bandar Lampung. Akan tetapi, belum diketahui apakah informasi tersebut valid atau tidak. Karena informasi yang diberikan juga tidak akurat, karena dari nomor telp yang dituliskan, tidaklah akurat.

Tidak hanya linapenulis.com, blog lain yang menyudutkan Islam juga menyeruak melalui blog beritamuslim.wordpress.com. Bedanya dengan blog linapenulis, di blog ini dokumen tanggal pembuatan blog jauh lebih lama, yaitu Juli 2009. Selain tulisan, blog ini juga menyertakan karikatur yang tentunya menghujat Islam dan Nabi Muhammad.

Tidak diketahui juga identitas pelaku pembuat blog tersebut, Yang jelas, kedua blog ini, hingga saat ini belum mendapatkan aksi penutupan. Karena padahal, seperti diketahui, layanan WordPress, menyediakan tempat kepada pengguna blog untuk menyampaikan jika ada blog yang menyinggung SARA.

Islamofobia Lainnya

Islamofobia sepertinya sudah merajalela, bahkan sampai ke dunia maya. Dan kali ini korbannya adalah situs program pendidikan haji Second Life Islamonline. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab menyerang rubrik situs tersebut dengan kata-kata anti-Islam.

Menurut Frozen Fire, anggota program pendidikan haji Islamonline, para penyerangnya memuat kata-kata yang menghina Islam dan Muslim. Selain itu, para pengunjung rubrik Second Life dibajiri dengan material-material pornografi dan slogan-slogan bertuliskan “Hey Muslim, Stop Racism” “Para penyerangnya menuliskan kalimat, ‘kami tidak akan meninggalkan tempat ini kecuali pulau ini ditutup dan warga Muslim di usir’, ‘kami muak dengan warga Muslim di Second Life. Mereka harus secepatnya meninggalkan dunia ini. ‘”

Second Life dibuat pada tahun 2003 oleh American Linden Research, Inc dibangun dan dimiliki oleh lebih dari 11 juta orang yang terdaftar sebagai pengguna aktif. Para penggunanya menggunakan fasilitas avatar sebagai alternatif bagi identitas mereka dalam komunitas dunia maya itu. Dalam komunitas ini, para pengguna aktifnya seperti hidup di dunia nyata, misalnya memiliki mobil, rumah, ada pusat perbelanjaan bahwa mata uang sendiri. Para penggunanya saling berkomunikasi dengan menggunakan sistem chatting lokal atu pesan instant yang dikenal dengan IM.
Seorang da’i di Second Life Abdullah AlFord mengatakan, pengguna avatar yang melontarkan penghinaan di komunitas berbasis dunia maya itu berusaha menghancurkan fitur-fitur Muslim dan menunjukkan semin meningkatnya Islamofobia yang mulai merambah dunia maya.

Serangan serupa pernah terjadi ketika Islamonline meluncurkan program Ramadhan di Second Life. Untuk program haji yang baru diluncurkan tanggal 6 Desember kemarin, Second Life sudah dikunjungi hampir 7. 000 orang. Program ini dibuat sedemikian rupa, sehingga para pengunjungnya seperti benar-benar merasakan pengalaman berhaji yang sebenarnya. Sekarang, tim program haji Islamonline melakukan langkah pengamanan untuk menghindari kemungkinan serangan lagi, dengan menggunakan software khusus.

Penghinaan terhadap Islam terjadi tidak hanya di luar negeri, namun juga di Indonesia. Ya, Indonesia yang tercatat sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbanyak di dunia. Sebuah blog dengan nama Islam namun berisi penghinaan terhadap Islam muncul kembali di WordPress (beritamuslim.wordpress.com). Pertama kali aku membaca beritanya di komentar blog teman dan muncul di search engine Google juga. Secara pribadi, aku sudah melaporkan blog tersebut ke Report Spam – WordPress untuk diblokir. Namun, sampai hari ini blog tersebut belum ditutup. Mungkin harus menunggu pemerintah Indonesia turun tangan? Aku mengajak anda semua melaporkan blog tersebut juga ya! Suara pembaca di EraMuslim tanggal 14 Januari 2010 juga sudah memuat berita tentang blog ini. Oya, di halaman Report Spam – WordPress, alasan WHY bisa diisi dengan “BLOG SPAMMING and INSULTING THE RELIGION OF ISLAM”.

Berikut beberapa penghinaan terhadap Islam di luar negeri maupun dalam negeri yang pernah diberitakan oleh Eramuslim.com:

  1. Seorang yahudi tulis penghinaan atas Rasul SAW di tembok masjid (2006) Berita ini diterbitkan tanggal 13 Februari 2006. Sejumlah orang Yahudi melakukan aksi penulisan grafiti menghina Rasulullah Saw di sejumlah tembok masjid di Qalqiya, Tepi Barat. Sumber-sumber keamanan Israel dan Palestina serta beberapa saksi mata mengatakan bahwa penjaga masjid di lokasi itu terkejut melihat coretan-coretan tembok saat ia ingin membuka pintu masjid di pagi hari. Sebuah mobil milik imigran Yahudi berhenti dan menuliskan sejumlah kalimat di tembok luar masjid. Beberapa saat kemudian, barulah diketahui bahwa mereka menuliskan kalimat yang melecehkan Rasulullah SAW. Tentu saja hal ini memperpanjang daftar penghinaan orang-orang Yahudi Israel terhadap Rasulullah SAW.
  2. Toilet bertuliskan ayat kursi diproduksi di Itali (2007) Berita ini diterbitkan tanggal 29 Oktober 2007. Peristiwa ini segera memancing reaksi marah dari minoritas Muslim di Itali. Mereka segera menghubungi piha politisi daerah dan keamanan untuk melarang beredarnya toilet yang sangat menghina Al-Quran dan kaum Muslimin itu. Produk itu dituntut agar segera ditarik dari pasar sebelum muncul reaksi yang lebih keras dari kaum Muslimin Italia dan dunia, pada umumnya.
  3. Siapa di balik blog anti Islam? (2008) Berita ini diturunkan tanggal 21 November 2008. Begitu banyak blog yang terus saja muncul dan berkeliaran di dunia maya Indonesia. Secara umum, blog-blog tersebut banyak dibuat di penyedia jasa blog gratisan, semisal wordpress, multiply, dan lain-lain. Kebanyakan tersebarnya informasi tentang situs-situs yang menghina Islam dan Nabi Muhammad berasal dari sebuah forum diskusi. Misalnya, situs lapotuak.wordpress.com tersebarnya melalui forum Faith Freedom (www.indonesia.faithfreedom.org/forum). Faith Freedom pendirinya adalah Ali Sina yang aslinya dari Iran. Setelah murtad, orang ini menjadi atheis dan tinggal di Amerika. Di sana, ia dan timnya membuat yayasan yang bernama Faith Freedom Internasional. Ia bertekad untuk menghantam Islam lewat lembaga ini. Di suatu situs komunitas terbesar di Indonesia, Kaskus (http://www.kaskus.us) bahkan dulu ada satu thread khusus untuk saling menghujat yang diistilahkan dengan nama FC (fight club). Orang-orang bisa berdebat, mencaci maki, menghina, mengejek suatu agama tanpa ada batas. Bahkan ada ‘orang gila’ yang membuat thread yang berjudul “Tantangan 2 x 24 jam kepada Allah nya umat Islam”. Si ‘orang gila’ ini menantang Allah, kalau benar Allah itu wujud dia minta dalam waktu 2 x 24 jam dia sudah mati. Namun, sebelum 2 x 24 jam thread itu sudah di hapus oleh admin. Roysianipar-islamjihadfu**upindonesia.blogspot.com dan poorestislamijihadinindonesia.blogspot.com, merupakan situs milik Roy Sianipar yang selalu melontarkan hujatan-hujatan sangat kasar dan vulgar terhadap Nabi Muhammad dan Islam. Seperti halnya Ali Sina, orang ini pun belum diketahui keberadaannya. Ada blog yang menyebutkan bahwa si Roy ini tinggal di Australia, dan ia seorang gay.
  4. Komedian Israel menyamakan Muslim dengan Kecoa (2009) Berita ini diturunkan tanggal 16 Juni 2009. Komedian asal Israel, Lior Shlein lagi-lagi membuat berang Muslim Palestina. Dalam acara talkshow yang dibawakannya, Shlein membiarkan bintang tamunya melontarkan penghinaan terhadap Muslim. Bintang Shlein mengolok-olok gerakan-gerakan salat yang dilakukan Muslim dan menyamakan Muslim dengan kecoa, talkshow “Tonight with Lior Shlein” yang disiarkan televisi Channel 10 Israel. Pernyataan itu disambut tawa hadirin dalam acara tersebut. Bagi Muslim, lelucon itu sama sekali tidak lucu dan merupakan penghinaan atas Islam dan Muslim. Anggota parlemen dan aktivis Muslim di Palestina pun bereaksi dan mengancam akan mengajukan gugatan hukum terhadap Shlein, karena telah membiarkan bintang tamu di acaranya melontarkan penghinaan terhadap Islam dan Muslim.
  5. Wilders Siapkan Fitna Islam Jilid II (2009) Berita ini diturunkan tanggal 22 Juni 2009. Pembuat film “Fitna” Geert Wilders asal Belanda berencana akan segera membuat “Fitna” jilid dua. Sama dengan film pertamanya, film keduanya ini merupakan usahanya dalam melawan dan memfitnah Islam. Wilders yang merupakan anggota parlemen Belanda ini mengatakan bahwa filmnya kali ini akan menjadikan Israel sebagai pusat setting dan cerita. Ia mengatakannya kepada Haaretz, harian terbesar di Israel. Seperti diketahui, Wilders sebelumnya telah membuat film “Fitna” yang berdurasi selama 14 menit dan dilihat oleh jutaan orang di seluruh dunia. Isi film itu berisi hujatan dan fitnahan terhadap Islam dan Wilders sendiri kemudian dikecam dan dikutuk oleh dunia internasional. Dia dilarang untuk masuk ke Inggris, dan ia dijuluki “Ancaman paling fundamental dalam masyarakat.” Wilders dikenal sebagai orang yang anti-imigran dan ia sudah mengerjakan “Fitna” jilid II sejak April dulu. Ia mengatakan bahwa dalam film berikutnya akan menggambarkan Islamisasi di Barat. Wilders rajin mengampanyekan Islamofobia di seluruh Eropa dan ia buta terhadap kekejaman Israel terhadap Palestina.
  6. Caleg Norwegia menggunakan kartun nabi sebagai foto profil di Facebook (2010) Berita yang diterbitkan tanggal 15 Januari 2010. Anggota parlemen Norwegia dari Partai Kemajuan, Ulf Erik Knudsen, menggunakan ‘kartun menghina Nabi Muhammad’ sebagai foto profilnya di Facebook. Dia malah berkata, ”Saya melakukannya sebagai ekspresi solidaritas dengan orang yang terancam oleh kekuatan-kekuatan yang ingin membatasi kebebasan berekspresi. Saya percaya bahwa seharusnya media Norwegia mencetak ulang kartun tersebut lebih sering lagi,” kata Knudsen kepada VG Net. Politikus dari Partai Kemajuan tersebut sampai saat ini belum menerima ancaman apapun mengenai penggunaan kartun Nabi Muhammad dan ia sendiri tidak takut atas keselamatan dirinya meskipun semakin meningkatnya jumlah umat Muslim di Oslo. Itulah beberapa berita yang dimuat EraMuslim.com mengenai penghinaan terhadap Islam yang mungkin masih banyak di luar sana yang tidak kita ketahui. Namun, haruskah kita menutup mata, hati dan telinga kita dari penghinaan itu? Lakukan sesuatu, Laporkan! Atau setidaknya kita bisa berdoa semoga masyarakat Indonesia (dan dunia pada umumnya) sadar dan tidak ada lagi kejahatan atau penghinaan atau fitnah terhadap Islam. Dari Abi Sa’id al Khudri ra, ia berkata : Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya, bila ia tidak mampu maka dengan lisannya, bila tidak mampu maka dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemah iman” (Hadits Riwayat Muslim dalam kitab al Iman).

Islamfobia di Seluruh penjuru Dunia

Gelombang ketakutan terhadap Islam (Islamophobia) merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim politik pascaperang dingin. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh antropolog dari Universitas Griffith Australia, Julia Day Howell. “Perubahan iklim politik pascaperang dingin mengakibatkan dunia tidak lagi terpolarisasi dalam paham komunisme dan kapitalisme. Hal itu membuat perbedaan agama, budaya dan nasionalisme digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan ketakutan terhadap kelompok-kelompok yang berseberangan,” katanya.

Dia juga menyebutkan, orang-orang yang memiliki persiapan terbatas untuk mengatasi globalisasi, baik dalam hal pendidikan atau pengalaman, memiliki kemungkinan untuk merasa takut dengan perubahan itu dan menjadikan keyakinannya sebagai idiologi sehingga kemudian tidak mempercayai lingkungannya. Menurut dia, kini ada kecenderungan orang mempelajari isi kitab suci bukan semata-mata untuk memperkaya spritual namun untuk melakukan interprestasi bebas dan memformulasikan ideologi demi agenda tertentu. “Penyalahgunaan agama memang harus dihadapi dengan hati-hati,” katanya.Publik, kata dia, hendaknya berhati-hati dengan pihak-pihak tertentu yang berusaha menggunakan agama sebagai basis kekuatannya dalam bidang politik, ekonomi atau sosial. Topik mengenai Islamophobia juga dikemukakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Konferensi ICIS ke-2. Kepala negara menyatakan keyakinannya bahwa umat Islam dapat berbuat lebih banyak untuk memerangi Islamophobia serta untuk menjadikan umat Islam sebagai pihak yang mampu mengatasi masalah dunia, bukannya justru pembuat masalah. “Kita dapat berbuat lebih untuk memerangi gelombang Islamophobia yang tampaknya sedang berkembang,” kata Presiden.Untuk memerangi ketakutan terhadap Islam itu, Yudhoyono mengingatkan pentingnya bagi umat Islam untuk memikirkan cara hidup di negara-negara yang penduduk mayoritasnya bukan penganut Islam. Selain itu, umat Islam harus dapat menunjukkan tingkah laku yang sesuai dengan prinsip Islam yang cinta damai. “Penting bagi kita untuk memastikan bahwa kita mengatakan kepada teman-teman kita yang non-muslim tentang apa yang kita inginkan agar mereka mengerti, seperti halnya kita juga mendengarkan apa yang mereka inginkan untuk kita mengerti,” kata Yudhoyono.Konferensi ICIS ke-2 diikuti oleh sedikitnya 300 delegasi dari 53 negara, sejumlah tokoh juga tampak hadir dalam pembukaan ICIS, antara lain Menteri Agama Maftuch Basyuni, Ketua PB-NU sekaligus Sekjen ICIS Hasyim Muzadi, dan beberapa tamu kehormatan seperti PM Malaysia yang juga ketua Organisasi Konferensi Islam (OKI) Abdullah Ahmad Badawi, Pangeran Ghazi bin Muhammad –utusan Raja Abdullah dari Yordania– dan Khaled Akashes –utusan Badan Keuskupan dan Dialog Antar-agama, dari Vatik

“Islamophobia” merupakan penyakit yang kini melanda Barat dan Eropa. Menurut direktur Institut Ketelitian Publik AS, media AS dan iklim politis negara bahkan secara tegas-tegas membela Kristen Hidayatullah.com–”Islamophobia” adalah penyakit baru yang kini tengah berkembang di Barat dan Eropa saat ini. “Islamophobia”, atau semacam ketakutan dan kebencian terhadap Islam itu kini telah menyebar baik di Amerika Serikat (AS) atau di Eropa.

Kesimpulan ini disampaikan oleh para kalangan akademisi, pengamat Timur Tengah dan para pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sebuah seminar menyangkut keprihatian berkembangnya sikap rasial dalam beragama baru-baru ini.

Pihak PBB kini tengah memperingatkan munculnya tanda-tanda gejala rasa diskriminasi beragama khususnya adanya peningkatan anti-Semit, Christianophobia dan Islamophobia di seluruh dunia. Sebuah resolusi PBB 191 minggu ini menyerukan semua negara untuk bekerja sama dengan Komisi Pengawas PBB untuk urusan Hak Azasi Manusia guna menghapuskan kecenderungan semakin tumbuhnya diskriminasi baru dalam masalah religius dan rasial ini.

Untuk pertama kalinya, bulan ini, PBB, seperti dikutip Asia Times, (24/12) menjadi tuan rumah sebuah seminar tentang merebaknya gejala Islamophobia. “Tetapi ketika dunia mendorong suatu istilah baru untuk memperhatikan sikap fanatik yang terus meningkat, justru sangat menyedihkan dan mengganggu. Khususnya menyangkut kasus “Islamophobia”, ujar Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan

Seminar yang diprakarsai PBB itu telah dihadiri oleh para para pemimpin agama, pejabat senior PBB dan kalangan akademis, khususnya pengamat Timur-Tengah. Dalam seminar itu, Annan juga sempat mengatakan, kelompok yang telah melakukan sikap Islamophobia harus pula pula disamakan dengan terorisme dan kekerasan atas nama agama. “Islam tidak harus dihakimi oleh tindakan ekstrimis yang dengan sengaja membidik dan memangsa rakyat sipil. Pemberian nama buruk segelentir kelompok untuk kebanyakan orang adalah tindakan yang sangat tidak fair dan tak wajar,” ujarnya.

Di Amerika Serikat (AS), kekerasan dan diskriminasi yang diarahkan terhadap orang Islam telah tercetus semenjak persitiwa 11 September 2001, di mana, sejak tuduhan para pelaku adalah berasal dari Timur Tengah. Universitas Cornell merilis hasil survei yang diselenggarakan di bulan September yang menunjukkan kesediaan warga Amerika Serikat (AS) untuk membatasi kebebasan warga sipil Islam AS. Lembaga Hubungan Islam-Amerika (CAIR) yang berpusat di Washington sebelumnya menuduh para agen pelaksana hukum AS telah melakukan tindakan rasial terhadap warga Islam AS.

“Ada banyak orang bersikap fanatik anti-Muslim. Sebagian besar darinya didasarkan pada chauvinism religius dari kalangan Kristen dan Yahudi. Sebagian dari yang lain adalah pembenci suku bangsa lain”, ujar Norman Solomon, executive directur Institut Ketelitian Publik yang berpusat di Washington. Dan umumnya, ujar Norman, hampir semua media besar di AS dan wacana politik di negara itu sering mencampuradukkan pandangan sempit dan kebencian terhadap Islam. Menurut Solomon, yang juga co-author buku Target Iraq: What the News Media Didn’t Tell You ini permusuhan publik AS terhadap Islam, kebanyakan juga disebabkan karena adanya sikap geopolitik dan nasionalisme AS.

Dalam sebuah laporan di Majelis Umum PBB bulan lalu, Doudou Diene, peneliti khusus di Dewan Pengawas PBB untuk HAM, mengatakan, rasisme dan diskriminasi rasial –khususnya menyangkut keyakinan agama—kita sedang berkembang di Eropa. “Ada nampak seperti persetujuan bahwa rasisme, diskriminasi rasial, kebencian terhadap orang asing, juga anti-Semit dan Islamophobia sedang berayun di wilayah Eropa”. Bahkan menurut Solomon, sampai dekade terkini, mass media AS dan keseluruhan iklim politis di negara itu secara tegas-tegas membela kepentingan Kristen.

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/

Menghargai Diri Sendiri Meningkatkan Prestasi Akademis Pada Anak

Penelitian membuktikan ketika anak-anak menggambarkan karakter dirinya sendiri dapat meningkatkan rasa menghargai diri mereka sendiri. Nantinya, mereka tidak akan lagi mempermasalahkan perbedaan warna kulit.

“Cara seperti ini dapat membawa dampak jangka panjang yang positif bagi perkembangan akademis anak dan membuat perbedaan warna kulit tidak ada lagi,” Peneliti dari associate professor of psychology University of Colorado Geoffrey Cohen.

Tetapi, kata dia, ini bukan hal mutlak. Sebab perbaikan dari tingkat akademis anak faktor utamanya dari sumber daya pengajar yang baik. Untuk melakukan studi ini Cohen memakai tujuh puluh contoh yaitu anak-anak di Amerika dan Eropa, anak kulit hitam dengan berpenampilan terbaik, anak kulit hitam berpenampilan rendah. Setiap kelompok dibagi dalam dua, dengan mendapat bantuan pihak lain dan kelompok lain melayani diri sendiri. Setiap kelompok terdiri antara enam puluh lima hingga tujuh puluh lima anak-anak.

Anak yang menerima bantuan mendapat tugas menuliskan angka yang mereka pilih sendiri dan tugas itu harus diselesaikan dalam waktu lima belas menit, tetapi setelah tugas selesai harus dibaca kembali dalam waktu tiga menit. Tugas ini diberikan sepanjang tahun penelitian itu dilakukan.

“Hasilnya kami menemukan anak di Afrika dan Amerika yang menjadi percobaan penelitian tersebut secara keseluruhan studinya lebih baik dalam dua tahun,” tuturnya.

Untuk anak berkulit hitam yang menerima intervensi, tingkat kelas remediation atau turun dari 18 persen menjadi 5 persen untuk anak-anak yang menerima intervensi.

Salah satu cara ini jenis intervensi membantu anak-anak, menurut Cohen, adalah dengan mengurangi stres. “Jika saya memiliki waktu untuk berpikir tentang keluarga saya, untuk memikirkan tentang apa yang penting bagi saya yang penting kinerja selama situasi – seperti sebelum tes – yang stress kinerja situasi menjadi kurang stres, dan saya berpikir diri saya baik dan mampu,” kata dia.

Cohen menjelaskan, anak-anak kulit hitam di Amerika selama ini merasa dihakimi oleh perbedaan ras dan warna kulit dengan demikian mereka lebih banyka tekanan waktu di sekolah termasuk pandangan dari para tenaga pengajar.

“Studi yang saya lakukan ini membuktikan bahwa manfaat intervensi persisted dapat meningkatkan prestasi anak kulit hitam setidaknya dua tahun,” kata dia.

Sementara, psikolog dari Rumah Sakit Southfield Belanda mengemukan tidak terkejut bahwa intervensi membantu anak-anak meningkatkan nilai mereka. “Anak-anak yang sedang diminta untuk lebih reflektif, untuk berpikir tentang apa yang penting bagi mereka dan apa yang mereka nilai. Hal ini dapat membantu ulang dimana mereka ingin berada, dan dapat memberdayakan mereka.

Namun, dia terkejut bahwa efek positif hanya terlihat pada anak-anak kulit hitam. Dengan demikian penelitian ini harus dilakukan dan digali lebih dalam

“Apa yang penting bagi orang tua dan pendidik untuk mengambil dari kajian ini,” tuturnya.

Bagaimana Mengubah Gagal Menjadi Sukses :

Kegagalan Adalah Sukses yang Tertunda

Kegagalan merupakan vonis yang seringkali dihubungkan dengan suatu tindakan yang tidak berhasil dan begitu diterapkan. Vonis ini membuat sekelompok orang dikatakan orang yang tidak mampu. Hal ini menurunkan semangat untuk menjadi orang yang sukses. Pada saat seseorang masih kecil, kegagalan tidak mempunyai makna, karena tidak mempunyai konsep “kegagalan”. Jika memiliki konsep kegagalan, maka tidak akan dapat berbicara, tidak akan dapat menulis dan tidak akan dapat berjalan. Karena untuk berbicara, menulis dan berjalan harus melalui kegagalan yang tak terhitung jumlahnya. Demikian juga dalam dunia bisnis, pendidikan, percintaan atau apapun perjuangan hidup lainnya juga dapat meniru kegagalan di masa kecil dan dapat belajar dari kegagalan tersebut.

Contoh berbagai kegagalan yang merupakan awal sukses

  • Coca-Cola mengalami kegagalan pada tahun pertama penjualannya. Penjualan dilakukan dengan menempatkan Coca-Cola pada tempat minuman di Apotek dan menghabiskan dana 73,96 dolar untuk melakukan promosi lewat spanduk dan kupon iklan. Kegagalan tersebut membuat Coca-Cola membuat kesadaran adanya media lain, yaitu media massa yang mempunyai kekuatan lebih disbanding media lainnya saat itu dan mempromosikan Coca-Cola dengan suasana kegembiraan.
  • Matsushita memproduksi untuk pertama kali adalah adaptor steker. Adaptor ini sesungguhnya telah diusulkannya kepada majikannya terdahulu tetapi tidak memperoleh tanggapan. Untuk membuat produk ini, Matsushita bersama empat kawannya membutuhkan waktu empat bulan. Setelah produk ini jadi, ternyata tidak seorangpun mau membeli produk ini.
  • Pada tahun 1993, Compaq yang pada saat itu sebagai pemimpin pasar penjualan PC, melalukan pemotongan harga untuk menyaingi Dell. Hasilnya Dell Computer menderita kerugian 65 juta dolar pada enam bulan pertama, yang menyebabkan hampir bangkrut. Dell belajar dari kegagalan ini. Ia mencoba mencari cara lain untuk menjual komputer. Akhirnya Dell melakukan perubahan yang sangat mendasar dalam proses bisnisnya yang disebut rekayasa ulang. dalam bisnisnya dengan mengenalkan E-Commerce. Pada 1999, Dell dapat menjual 1,7 juta dolar per hari lewat situs E-Commercnya. Saham Dell naik 2000 persen dalam dua tahun. Dell mampu bersaing dengan perusahaan berkelas dunia seperti IBM, Compaq, HP, dan Bell-Nec. Bahkan pangsa pasar dan keuntungannya terus meningkat dan akhirnya menjadi penjual PC terbesar di dunia.

Menyikapi kegagalan

Anthony Robbins dalam bukunya Unlimited Power, menyatakan bahwa kebanyakan orang dalam kebudayaan kita diprogramkan untuk takut gagal. Padahal, kita semua pernah menginginkan sesuatu tetapi mendapatkan yang lain.

Kita semua pernah gagal dalam tes, menderita dalam cinta yang membuat frustrasi yang tidak berhasil, menyususn rencana bisnis yang kemudian gagal. Kata hasil” itulah yang digunan orang sukses, mereka tidak melihat kegagalan. Mereka tidak percaya kepada kegagalan. Itu tidak masuk hitungan mereka. Sukses merupakan kebalikan dari gagal. Sukses sesungguhnya hanyalah status sosial atau hanyalah sebuah prestasi yang telah dicapai dari suatu tujuan atau sasaran

Orang selalu sukses mendapatkan semacam hasil. Sukses-sukses super dari kebudayaan kita bukanlah orang yang tidak gagal, melainkan orang yang tahu bahwa mereka mencoba sesuatu dan tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka mendapatkan pengalaman belajar. Mereka gunakan apa yang telah mereka pelajari itu dan mencoba sesuatu yang lain saja. Mereka ambil tindakan-tindakan baru dan menghasilkan hasil-hasil baru. Abraham Lincoln paling tidak mengalami minimal 11 kegagalan besar sebelum menjadi Presiden. Asa Candler pembeli hak kemasan Coca-Cola pernah gagal memasarkan minuman pada pabrik soda pada 1899. Steve Jobs dengan tidak melisensikan sistem operasi Macintosh kepada pihak lain menjadi gagal menguasai sistem operasi dunia yang sekarang dipegang oleh Microsoft, bahkan Steve Jobs sendiri pernah didepak dari Apple. Akio Morita dari Sony juga pernah gagal karena tidak mau melisensikan video Betamax yang lebih baik dari VHS buatan Matshushita. Sekarng video yang ada adalah VHS, karena Matshushita mau melisensikan teknologinya kepada pihak lain. Warren Bennis dari Xerox pernah gagal karena memutuskan tidak menjual PC, padahal Xerox mempunyai teknologi lebih baik dibandingkan yang lainnya. Henry Ford gagal dalam memproduksi dan memasarkan kapal dan pesawat terbang dibandingkan dengan memproduksi dan memasarkan mobil. Soichiro Honda menyatakan bahwa yang diketahui orang lain tentang kesuksesannya itu hanya 1 % padahal kegagalannya 99% yang tidak diketahui orang.

Salah satu aset yang bermanfaat hari ini dibandingkan hari kemarin adalah pengalaman. Orang yang takut gagal akan berperilaku untuk tidak berbuat sesuatu yang mungkin tidak efektif. Inilah yang menghalangi mereka dari mengambil tindakan yang sebetulnya bisa menjamin tercapainya keinginan mereka. Orang yang percaya pada kegagalan itu hampir dijamin biasa-biasa saja keberadaannya. Kegagalan adalah sesuatu yang pokoknya tidak dipersepsikan oleh orang-orang yang mencapai kebesaran. Mereka tidak terpuruk oleh kegagalan. Mereka tidak melekatkan emosi-emosi negatif kepada sesuatu yang tidak efektif. Maka sesungguhnya kegagalan itu tidak ada, tetapi yang ada adalah hasil yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan dan kesuksesan sejati adalah apabila kita dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan Tuhan

Tidak akan pernah habis membahas mengenai pebisnis yang sukses dan gagal dalam kehidupan kita. Jujur saja bagaimana mau dibahas lagi. Sesungguhnya sukses atau gagal dalam pekerjaan kita terutama bisnis internet berada di tangan kita sendiri.

Well, tidak ada salahnya membahas lagi dengan pandangan sendiri. Dari ratusan website maupun ribuan newsletter yang telah membahas kisah sukses dan gagal bisnis internet. Bagi yang belum pernah membaca atau sekadar membaca lagi agar menambah wawasan lebih luas lagi dari beragam orang.

Sebenarnya sih kita sukses atau gagal berbisnis internet. Tidak ada yang tahu. Hanya pada diri kita sendiri yang menentukan sukses atau gagal. Seperti kita dihadapkan dua pilihan jalan bercabang, yang satu menuju sukses dan satu menuju gagal. Di depan jalan yang bercabang terdapat berbagai kejadian yang tidak bisa kita tebak.

Ada perbedaan antara orang yang sukses dan gagal yang akan menentukan jalan hidup kita. Inilah perbedaannya dalam pandangan saya sendiri.

Karakteristik Orang yang sukses

  1. berani keluar dari zona aman dan nyaman.
  2. berani mencoba meski gagal terus.
  3. berani menerima resiko meski kecil sekalipun.
  4. berani menghadapi tantangan dan rintangan walau sejengkal.
  5. Melangkah ke depan dengan mantap tanpa menoleh ke belakang.

Rasanya menyenangkan jika menjadi orang yang sukses ketika kita selalu berusaha menggapai impian yang sebetulnya berada di depan mata kita sendiri. Sungguh menyenangkan.

Karakteristik Orang yang gagal

  1. Tidak mau keluar dari zona aman dan nyaman serta ingin terus berada di zona tersebut.
  2. Tidak mau mencoba lagi ketika gagal untuk yang pertama kalinya dan menyerah begitu saja.
  3. Tidak mau mengambil resiko dan hanya memilih yang bebas dari resiko.
  4. Jarang atau tidak mau menerima tantangan di depan mata. Selalu menghindari.
  5. Banyak melihat ke belakang yang membuat langkah menjadi mundur.
  6. Menolak peluang besar yang mengandung resiko dan tantangan.

Well, ini menyedihkan kalau melihat orang yang memilih gagal atau tidak mau melanjutkan harapan ketika gagal berusaha menggapainya. Lebih menyedihkan lagi tidak mau bangkit dari kegagalan dan tetap berada dalam jurang kegagalan.

Fakta yang kita sering kita temui atau dengarkan bahwa orang yang sukses selalu bangkit dan terus mencoba hingga tujuan tercapai meski harus mengorbankan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit.

Saya masih ingat perkataan Dylan Wilk bahwa orang yang sukses selalu banyak mencoba sesuatu hingga berhasil, orang yang gagal tidak berani mencoba lagi. Kata-kata filosofi ini memiliki makna berarti bagi saya untuk terus mencoba meski gagal lagi. Tidak hanya mengalami kegagalan, tetapi apa yang didapat dari kegagalan adalah PENGALAMAN yang berharga untuk masa depan. Sebab pengalaman adalah guru kita yang lebih bijak dibanding orang lain. Jadi, untuk mengatasi kegagalan tentunya menggunakan guru pengalaman ketika mencoba atau berusaha sesuatu.

Lihat saja, saya tersentuh dengan Leanna Archer, kisah gadis belia yang sukses memasarkan produk perawatan rambut yang awalnya mencoba memanfaatkan peluang memasarkan produk tersebut hingga sukses. Meski usia terbilang masih belia dan sudah mampu mengelola perusahaan dan kini menjadi CEO Leanna Inc.

Anda tidak ingin ketinggalan begitu saja dan tetap menjadi orang yang gagal? Untuk mengawali kesuksesan dalam berbisnis internet tentunya dibutuhkan persiapan awal matang dan berbekal keyakinan yang kuat. Tidak ada alasan sukses tanpa persiapan atau keyakinan sama sekali.

Rachel Corrie, Relawan Amerika Tewas Dilindas Buldoser Israel Bela Keluarga di Palestina Namanya Gantikan Kapal Mavi marmara

Kegigihan Rachel Corrie dalam memperjuangkan hak orang palestina yang ditindas dikenang oleh dunia, khususnya pejuang kemanusiaan. Saat ini nama relawan tersebut digunakan nama kapal para aktivis pro-Palestina untuk menggantikan kapal Mavi Marmara. Kapal itu diharapkan menembus blokade Israel dengan tanpa takut mengikuti kegigihan Rachel Corrie.

16 Maret 2003, Rachel Corrie, seorang perempuan muda warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia dengan cara yang tragis: dilindas buldoser Israel buatan AS. Hari itu, Corrie ada di Kota Rafah, Palestina, bersama teman-temannya dari International Solidarity Movement, menyaksikan penyerbuan tentara Israel ke kota itu. Dengan dalih mencari “teroris”, tentara Israel menyerang Rafah dengan amunisi lengkap.

Peluru-peluru berdesing, tank bergerak mencari mangsa, dan buldoser merubuhkan rumah-rumah warga setempat. Corrie mendidih melihat semua itu. Tatkala melihat sebuah buldoser Israel hendak menghancurkan sepetak rumah warga Palestina, Corrie berlari menyongsongnya. Mengenakan jaket jingga terang, Corrie berdiri tegap di depan buldoser itu. Tapi buldoser tak berhenti. Teriakan para warga tak digubris. Naas, Corrie akhirnya terlindas buldoser itu. Ia menemu ajal di Rumah Sakit Najar.

Hari itu Corrie memang telah tiada, tapi kita bisa membaca jejak perjuangannya hingga kini dari catatan hariannya. Agustus 2008 lalu, buku yang berisi kumpulan catatan harian Rachel Corrie telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dengan judul Let Me Stand Alone (Biarkan Aku Berdiri Sendirian).

Buku setebal 526 halaman yang diterbitkan Madia Publisher itu memuat pemikiran-pemikiran Corrie perihal perang, kemanusiaan, gaya hidup masyarakat modern, dan berbagai soal lainnya. Buku itu merupakan risalah yang mengecam perang sebagai sesuatu yang menodai kemanusiaan. Pengkotakan manusia karena perang, menurut Corrie, adalah sesuatu yang keji sebab manusia sebenarnya adalah saudara. “Mereka adalah kita. Kita adalah mereka,” begitu kata Corrie.

Lahir dari Olympia, AS, Corrie telah menjadi relawan kemanusiaan sejak usia belia—ia meninggal pada usia yang juga amat muda: 23 tahun. Keprihatinannya terhadap perang dan tragedi kemanusiaan mulai menemukan bentuknya tatkala ia tiba di Rusia sebagai relawan International Solidarity Movement. Saat itu, sebagaimana termaktub dalam catatan hariannya, Corrie mulai merasakan Amerika sebagai sesuatu yang asing. “Amerika tak mempesonaku lagi. Ia tak mampu memikatku lagi. Ia pudar dan terlipat di pinggiran pikiranku….” tulis Corrie dalam catatan hariannya.

Buku Let Me Stand Alone merupakan contoh yang menarik tentang bagaimana para perempuan yang menyaksikan perang dan kekerasan dari dekat kemudian mengekspresikan gagasannya melalui medium tulisan. Sejarah mencatat, cukup banyak perempuan yang terlibat dalam perang kemudian menuliskan catatan harian atau sebuah risalah khusus mengenai perang.

Laksmi Pamuntjak pernah menulis kajian apik perihal dua perempuan yang sama-sama menulis buku soal perang: Simone Weil dan Rachel Bespaloff. Dalam buku bertajuk Perang, Langit, dan Dua Perempuan (Nalar, 2006), Laksmi mengisahkan bagaimana Weil dan Bespaloff bergulat dengan realitas Perang Dunia Kedua dan kemudian sama-sama mencoba melakukan tafsir atas kekerasan yang gila itu. Uniknya, keduanya sama-sama menafsirkan perang dan kemanusiaan melalui epos terkenal karya Homeros, Illiad.

Weil dan Bespaloff—keduanya sama-sama keturunan Yahudi yang tinggal di Prancis saat perang mulai merajalela—tampaknya mencoba menganalogikan Perang Dunia Kedua dengan Perang Troya yang dikisahkan dalam Illiad. Esai Weil soal Illiad terbit pertama kali tahun 1940 dengan judul L’Illiade, ou le poeme de la force yang berarti Illiad, atau Sebuah Puisi tentang Kekerasan. Sementara itu, esai Bespaloff—yang sering dianggap merupakan tanggapan atas esai Weil meski Bespaloff sendiri menampik tudingan itu—terbit tahun 1943 dengan judul De l’Illiade. Kedua esai itu kemudian disatukan dalam buku War & Illiad pada 2005.

Sama-sama perempuan yang mencoba menafsir Illiad, menurut Laksmi, Weil dan Bespaloff menghasilkan renungan yang berbeda soal perang. Weil lebih pasifis: ia menolak kekerasan dalam bentuk apapun sehingga baginya manusia yang terlibat dalam perang—baik mereka yang baik atau jahat—sebenarnya sama saja. Mereka yang terlibat dengan kekerasan—dengan niat baik atau jahat—bagi Weil, akan menuju akhir yang sama: kehancuran.

Sementara itu, Bespaloff melihat perang dengan sebuah sikap rendah hati yang tak hitam putih: perang tidak hanya berisi kekejian yang menggila, tapi juga hal-hal yang patut dikagumi, seperti semangat manusia berkorban demi sesamanya. Bagi Bespaloff, terlibat dalam suatu perang tak mengharuskan manusia berhenti memiliki harapan dan kebaikan.

Perempuan lain yang tersohor karena catatannya mengenai perang adalah Anne Frank. Tak tanggung-tanggung, ia adalah tokoh yang oleh Majalah Times dimasukkan ke dalam satu dari 100 Tokoh Abad 20 bersama nama-nama besar dunia seperti Lenin, Stalin, Mahatma Gandhi, dan Roosevelt. Anne Frank adalah gadis belia asal Belanda yang bersembunyi selama dua tahun saat tentara Nazi Jerman menyerang negerinya.

Buku hariannya merekam hari-hari Anne dalam masa sembunyi itu dan bagaimana perubahan dramatis terjadi di negerinya selama Perang Dunia Kedua. Buku yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan judul Catatan Harian Anne Frank (Jalasutra, 2006) itu telah dibaca lebih dari 10 juta manusia dan menjadi salah satu autobiografi yang paling disukai sepanjang waktu.

Sama seperti catatan Corrie serta esai Bespaloff dan Weil, buku Anne Frank mengingatkan kita betapa kekerasan dan perang bukan hanya menghasilkan penderitaan yang memedihkan. Di tengah perang dan kekerasan, manusia juga bisa menuliskan catatan yang menginspirasikan banyak orang. Risalah-risalah itu adalah mutiara yang bersinar di antara tumpukan mayat, genangan darah, dan isak tangis manusia akibat perang.

Rachel Corrie. Sejak Olympia Movement for Justice and Peace (OMJP), Olympians for Peace in the Middle East (OPME), Students Educating Students about the Middle East (SESAME), Olympia Fellowship of Reconciliation (FOR) hingga International Solidarity Movement (ISM) disuplai energi kemanusiaan olehnya untuk meneriakkan kata “Merdeka!” Karena penjajahan yang diprakarsai negaranya (AS), Inggris dan Negara-negara Eropa masih berlangsung di hampir setiap sudut bumi ini.

Dengan pilihan merdeka, Rachel Corrie pergi ke Palestina. Rachel mempelajari isu tak masuk akal Palestina yang berhembus ke telinga dunia dengan kata “konflik” Palestina-Israel. Akhirnya dia dapati kenyataan bahwa Israel menjajah Palestina sejak lebih setengah abad lampau.

“Rachel, untuk pergi ke Palestina, kewajibankah? Tak seorangpun menyalahkanmu untuk mengurungkan niat itu,” ujar Mama Rachel. Rachel menjawab pasti, “Barang-barang sudah kukemas. Rasa takut itu manusiawi. Tapi kupikir, melakukannya tak mustahil. Harus kucoba, Mam.” Seatraktif apapun bujukan keluarganya, niat Rachel tak tergoyahkan. Tekad telah bulat, “Goodbye Olympia…”

Januari 2003. Rachel berangkat ke Israel untuk transit ke Tepi Barat. Setibanya di tanah para pengungsi itu, dia langsung bergabung bersama insan internasionalis (dari Inggris, Jerman, Itali dll) di International Solidarity Movement (ISM); wadah para pegiat kemanusiaan anti penjajahan. Pergerakan ini hanya memiliki dua syarat partisipasi: Pertama, pegiatnya yakin bahwa bangsa Palestina berhak merdeka berdasarkan hukum internasional dan resolusi PBB. Kedua, pegiatnya hanya menggunakan cara tanpa kekerasan untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina.

Ketika tiba di Rafah, Rachel saksikan tank, bulldozer, menara-menara sniper dan pos-pos penggeledahan Israel bertengger di antara puing-puing bekas pemukiman penduduk Gaza. Tembok baja raksasa dibangun di reruntuhan dekat perbatasan Mesir. Matanya menyapu sekeliling; tampak orang-orang Palestina bertahan, meski penindasan terus berlangsung. Wajah-wajah lusuh itu menjalani hidup serba kekurangan, menderita dan menunggu giliran direnggut maut. Itulah kisah jejakan pertama Rachel di bumi Palestina, seperti yang dikisahkan Craig Corrie, Mama Rachel Corrie.

Rachel abstraksikan bahaya di daratan gersang itu. Debam-debam ledakan nyaris tak berjedah diselingi suara peluru-peluru yang dimuntahkan. Sesekali jerit ketakutan penduduk samar terdengar. “Bisakah kau dengar itu…? Bisakah kau dengar itu…?” ujar Rachel terbata-bata saat pertama kali menelepon mamanya dari rumah seorang Palestina tempat dia tinggal.

Di Rafah, Rachel dan pegiat kemanusiaan lainnya menjadi benteng hidup, berdiri mengelilingi pekerja air kota Palestina yang menggali sumur. Dia hadang moncong laras panjang sniper-sniper militer Israel yang berada di menara benteng. Desir angin panas membahanakan deru misil-misil, tak hanya di Palestina, tapi ke seantero jagad.

Rachel dan rekan-rekan terus berdiri mengelilingi sumur-sumur yang sedang digali para pekerja hingga lewat tengah malam. Demi setetes air agar basahi tenggorokan pengungsi Palestina yang terkurung sejak lama di bui Gaza. Hanya itu satu-satunya cara, setelah kebun zaitun penduduk Palestina dilindas buldoser-buldoser tentara IDF (tentara pertahanan Israel), setelah tentara-tentara Israel menimbun sumur-sumur dengan puing-puing rumah penduduk.

Rachel mengasuh bocah yatim massal Palestina dalam naungan Children’s Parliament. Merekalah yang memantapkan kedewasaan Rachel. Melalui mereka, Rachel bisa berbahasa Arab. Melalui Rachel mereka berkenalan dengan bahasa Inggris.

Meski berada dalam situasi gawat di Rafah, Rachel dan kawan-kawan sempat berdemonstrasi menentang militer AS yang meluluhlantak Irak pada 15 Februari 2003. “Ini salah satu tragedi terbesar dalam sejarah,” tutur Rachel.

Kampung halaman: Olympia atau Gaza? Di mata Rachel sama pentingnya. Rachel menjadi tambang yang menyimpul komitmen persaudaraan Gaza-Olympia. Wanita, anak-anak bergabung dalam pekan raya persaudaraan prakarsa Rachel itu.

Rachel menghadang tentara IDF yang hobi meluluhlantak pemukiman penduduk Palestina terutama Gaza. Rachel sengaja menghuni rumah penduduk yang menjadi incaran buldoser-buldoser Zionis-Israel. Rachel sadar, hak hidup merdeka milik semua bangsa, termasuk bangsa Palestina. Ya, Rachel tahu, hukum internasional harusnya melindungi ribuan orang di Rafah, Jalur Gaza. Tak ada hak siapapun untuk memusnahkan bangsa lain, apapun dalihnya, termasuk dalih pendirian negara ilegal Israel dan perluasan wilayahnya oleh IDF dengan membasmi penduduk di daratan berbatasan Mesir itu.

16 Maret 2003. Bersama tujuh pejuang internasional kemanusiaan dari Amerika dan Inggris, Rachel rela menjadi benteng hidup agar sisa rumah-rumah warga Palestina selamat dari serudukan buldoser Caterpillar D-9R milik tentara Israel. Rachel dan aktivis ISM lainnya yakin, bangsa Palestina berhak hidup aman di rumah mereka, di sekolah bahkan di dalam bis. Rachel berprinsip; penjajahan Israel atas bangsa Palestina harus berakhir secepatnya. Pembantaian tak pernah dilakukan orang-orang beradab, apalagi dengan dalih perluasan wilayah. “Mungkin aksi damai efektif sebagai solusi hingga terhenti pembantaian orang-orang Palestina. Sebagaimana penduduk Amerika dan seluruh dunia bisa hidup merdeka, demikian Palestina,” tutur Rachel.

16 Maret 2003. Dua bulldoser dan tank-tank Israel melaju kencang di jalanan Hi Salam, Rafah, Jalur Gaza, perbatasan Mesir menuju rumah-rumah penduduk Palestina. Satu buldoser dikendarai operator, dipandu seorang tentara yang berhenti tepat di depan rumah Nasrallah, salah satu keluarga di Rafah. Sudah beberapa hari Rachel tinggal di dalamnya. Bukan sekedar menumpang tidur, tapi Rachel sengaja menghendaki tentara IDF mengurungkan niat membongkar rumah itu karena keberadaannya. Juga, Rachel menegaskan tekadnya untuk bersama warga Palestina memperjuangkan kemerdekaan. Kesan seram ini dipotret Rachel melalui e-mail yang dikirim kepada Mamanya: Dua kamar depan rumah mereka tak dapat digunakan. Dinding-dindingnya hancur ditembus peluru Israel. Seluruh anggota keluarga; tiga anak dan dua pasang suami istri tidur di ruang tengah. Aku tidur di lantai bersama anak perempuannya, Iman dalam satu selimut.

Sekitar jam 5 sore, buldoser meraung-raung meminta tumbal. Saat melintas, rantai roda baja itu menyemburkan onggokan tanah kering hingga menimpuk aktivis-aktivis yang menjadi benteng hidup rumah warga Gaza itu. Seorang aktivis Amerika terlempar berguling-guling sebelum akhirnya tersangkut di kawat berduri dan seorang aktivis Inggris terjepit dinding. Buldoser D9R Israel siap melindas rumah itu, Rachel bergegas lari menghampiri. Dia tahu, keluarga Nasrallah berada di dalamnya. Dia hadang buldoser itu selayak Polantas menghentikan mobil di jalan raya. Aksi ini biasa dilakukan aktivis ISM sebelumnya.

Buldoser Israel tak berhenti. Aktivis-aktivis ISM lain menjerit histeris melambai-melambaikan tangan. Mereka ketakutan. Raungan buldoser menindih semua suara. Melihat D-9R semakin bergairah menyeruduk, Rachel berupaya memanjat gundukan tanah yang dikeruk pisau buldoser agar tak tertelan. Posisi Rachel di atas gundukan itu cukup tinggi, pasti tentara IDF yang mengoperasikan kendaraan baja itu melihatnya. Tapi serdadu itu tetap tancap gas. Rachel terbanting kemudian terseret pisau Bulldozer. D9R terus melaju. Rantai-rantai baja bergemeretak melindas Rachel, kemudian mundur. Tersisa tubuh hancur Sang gadis Olympia.

Teman-teman Rachel bergegas menghampiri. Rachel masih hidup kala itu. Dia sempat berkata, “Sepertinya punggungku remuk.’’ Tak lama ambulan Palestina datang. Saat itu dipastikan tiada harapan hidup bagi Rachel. Gadis berambut pirang itu dinyatakan meninggal beberapa saat setelah tiba di rumah sakit lokal.

Sayang, Rachel Corrie berada di pihak yang “salah.” Dia mati dilindas buldoser Israel. Karena alasan itulah pemerintahnya (Amerika Serikat) mendiamkan dan menghentikan kasusnya.

Rachel Corrie, abadilah namamu sebagai pejuang kemanusiaan. Engkaulah energi hidup yang menghidupkan.

Namanya Diabadikan Sebagai Nama Kapal Yang Akan Menembus Blokade Israel

Kegigihan Rachel Corrie dalam memperjuangkan hak orang palerstina yang ditindas dikenang oleh dunia, khususnya pejuang kemanusiaan. Saat ini nama relawan tersebut digunakan nama kapal para aktivis pro-Palestina untuk menggantikan kapal Mavi Marmara. Kapal itu diharapkan menembus blokade Israel dengan tanpa takut mengikuti kegigihan Rachel Corrie.

Kegagalan enam kapal misi kemanusiaan mancanegara mencapai Gaza akibat serangan brutal Israel, Senin (31/5/2010), tidak menyurutkan semangat para aktivis. Mereka berjanji untuk kembali mencoba menembus blokade Israel terhadap Gaza dengan memberangkatkan MV Rachel Corrie, kapal dagang yang dibeli para aktivis pro-Palestina.

Pihak penyelenggara misi, Selasa, mengatakan bahwa kapal yang menyandang nama aktivis perempuan Amerika yang tewas di Jalur Gaza pada 2003 itu sudah diberangkatkan dari Malta, Senin. Tekad para aktivis itu ditanggapi seorang pejabat Israel dengan mengatakan bahwa pihaknya akan menghambat misi kapal tersebut. Kondisi ini kembali memunculkan konfrontasi baru setelah insiden Senin berdarah. “Kami berinisiatif mendobrak blokade Israel terhadap satu setengah juta warga Gaza. Misi kami tidak berubah dan ini menjadi misi ‘flotilla’ terakhir,” kata Greta Berlin, aktivis Gerakan Pembebasan Gaza yang berbasis di Siprus ini

* Kumpulan catatan Rachel Corrie sejak Rusia hingga Palestina berikut reportasenya selama di Gaza pada akhir 2002 dan 2003 dengan judul LET ME STAND ALONE: Goresan Pena Gadis Amerika yang Dilindas Buldoser Israel Hidup-hidup di Palestina, telah diterbitkan oleh penerbit MADIA

PEMANFAATAN MEDIA MASSA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS DI TINGKAT PERSEKOLAHAN

Oleh :
Drs. ARIEF ACHMAD MSP., M.Pd.

A. Pendahuluan

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) disebut juga sebagai synthetic science, karena konsep, generalisasi, dan temuan-temuan penelitian ditentukan atau diobservasi setelah fakta terjadi (Welton dan Mallan, 1988 : 66-67). Informasi faktual tentang kehidupan sosial atau masalah-masalah kontemporer yang terjadi di masyarakat dapat ditemukan dalam liputan (exposure) media massa (Wronski, 1971 : 430-434), karena media massa diyakini dapat menggambarkan realitas sosial dalam berbagai aspek kehidupan. Meskipun untuk itu, informasi atau pesan (message) yang ditampilkannya-sebagaimana dapat dibaca di surat kabar atau majalah, didengarkan di radio, dilihat di televisi atau internet-telah melalui suatu saringan (filter) dan seleksi dari pengelola media itu untuk berbagai kepentingannya (misalnya : untuk kepentingan bisnis atau ekonomi, kekuasaan atau politik, pembentukan opini publik, hiburan [entertainment] hingga pendidikan).

Terlepas dari berbagai kepentingan yang melatarbelakangi pemunculan suatu informasi atau pesan yang disajikan oleh media massa, kiranya tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pada masa kini pertemuan orang dengan media massa sudah tidak dapat dielakkan lagi. Tidaklah berlebihan kiranya apabila abad ke-21 disebut sebagai abad komunikasi massa (Rakhmat, 1985 : 174). Bahkan dalam pembabakan sejarah umat manusia, McLuhan (1964) menyatakannya sebagai babak neo-tribal (sesudah babak tribal dan babak Gutenberg), yakni masa di mana alat-alat elektronis memungkinkan manusia menggunakan beberapa macam alat indera dalam komunikasi. Adapun Toffler (1981) menamakannya sebagai The Third Wave.

Sementara itu, seiring dengan pesatnya perkembangan media informasi dan komunikasi, baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software), akan membawa perubahan bergesernya peranan guru-termasuk guru IPS-sebagai penyampai pesan/informasi. Ia tidak bisa lagi berperan sebagai satu-satunya sumber informasi bagi kegiatan pembelajaran para siswanya. Siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber-terutama dari media media massa, apakah dari siaran televisi dan radio (media elektronik), surat kabar dan majalah (media cetak), komputer pribadi, atau bahkan dari internet. Sehingga sistem pembelajaran yang cocok untuk mengelaborasi itu semua adalah sebagaimana digagas oleh Morris (1963 : 12) di bawah ini :

Gambar 1. Sistem Pembelajaran

Adalah tidak berlebihan kiranya apabila Splaine (Shaver, 1991 : 300-309) menyebutkan bahwa media massa sangat berpengaruh di dalam pendidikan IPS. Hal ini didasarkan pada berbagai temuan penelitian yang menyiratkan, antara lain :

1. Media massa, khususnya televisi, telah begitu memasyarakat;.

2. Media massa berpengaruh terhadap proses sosialisasi;

3. Orang-orang lebih mengandalkan informasi yang berasal dari media massa daripada dari orang lain;

4. Para guru IPS perlu memberdayakan media massa sebagai sumber pembelajarannya; dan

5. Para orang tua dan pendidik, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama, dapat meminimalisasikan pengaruh negatif media massa dan mengoptimalkan dampak positifnya.

Dari sini, maka dapatlah ditarik probematika sebagai berikut : Sudahkah guru-guru IPS memberdayakan media massa sebagai sumber pembelajarannya secara efektif ?, dan Apakah para siswa sudah memanfaatkan media massa sebagai sumber pembelajaran IPS? Tentu saja untuk menjawabnya diperlukan sebuah pembuktian empirik!.

Namun, terdapat sebuah "amanat yuridis-formal" yang sudah semestinya diimplementasikan secara praksis, yakni sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 35, yang menyatakan bahwa "Setiap satuan pendidikan jalur pendidikan sekolah, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat harus menyediakan sumber belajar"; kemudian di dalam Penjelasannya ditegaskan bahwa :

Pendidikan tidak mungkin dapat terselenggara dengan baik bilamana para tenaga kependidikan maupun para peserta didik tidak didukung oleh sumber belajar yang diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar yang bersangkutan.

B. Pengertian IPS

Hingga saat ini, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) hanyalah sebuah program pendidikan dan bukan sub-disiplin ilmu tersendiri, sehingga tidak akan ditemukan baik dalam nomenklatur filsafat ilmu, disiplin ilmu-ilmu sosial (social sciences), maupun ilmu pendidikan (Somantri, 2001 : 89). Social Science Education Council (SSEC) dan National Council for Social Studies (NCSS) menyebut IPS sebagai "Social Science Education" dan "Social Studies".

Pada tahun 1992, NCSS telah mendefinisikan IPS sebagai berikut :

Social studies is the integrated study of the social sciences and humanities to promote civic competence. Within the school program, social studies provides coordinated, systematic study drawing upon such disciplines as anthropology, archaeology, economics, geography, history, law, philosophy, political science, psychology, religion, and sociology, as well as appropriate content from the humanities, mathematics, and natural sciences. The primary purpose of social studies is to help young people develop the ability to make informed and reasoned decisions for the public good as citizens of a culturally diverse, democratic society in an interdependent world. (Stahl dan Hartoonian, 2003)

Sementara itu berdasarkan hasil rumusan Forum Komunikasi II HISPIPSI di Yogyakarta (1991) dan menurut versi FPIPS dan Jurusan Pendidikan IPS, dapat diformulasikan pengertian IPS, seperti dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

Tabel 1. Definisi IPS Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Pendidikan IPS untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah Pendidikan IPS untuk tingkat pendidikan tinggi

Pendidikan IPS adalah penyederhanaan adaptasi, seleksi, dan modifikasi dari disiplin akademis ilmu-ilmu sosial yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan pedagogis-psikologis untuk tujuan institusional pendidikan dasar dan menengah dalam kerangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila Pendidikan IPS adalah seleksi dari struktur disiplin akademik ilmu-ilmu sosial yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk mewujudkan tujuan pendidikan dalam kerangka pencapaian tujuan pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila

Sumber : Somantri, 2001 : 103.

Dengan demikian, maka untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah, IPS diimplemementasikan sebagai Social Studies dan untuk tingkat pendidikan tinggi sebagai Social Science Education. Hal ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 2. Implementasi IPS di tingkat pendidikan dasar, menengah, dan tinggi

Menurut Depdikbud (1994), IPS yang diajarkan di tingkat pendidikan dasar mencakup bahan kajian lingkungan sosial, ilmu bumi, ekonomi, dan pemerintahan, serta bahan kajian sejarah. Sedangkan untuk jenjang pendidikan menengah didasarkan pada bahan kajian pokok Geografi, Ekonomi, Sosiologi, Antropologi, Tata Negara, dan Sejarah.

C. Pengertian Sumber Pembelajaran

Menurut Association for Educational Communications and Technology (AECT, 1977), sumber pembelajaran adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Sumber pembelajaran dapat dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu :

1. Sumber pembelajaran yang sengaja direncanakan (learning resources by design), yakni semua sumber yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal; dan

2. Sumber pembelajaran yang karena dimanfaatkan (learning resources by utilization), yakni sumber belajar yang tidak secara khusus didisain untuk keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan, diaplikasikan, dan dimanfaatkan untuk keperluan belajar-salah satunya adalah media massa.

D. Media Pendidikan dan Sumber Pembelajaran IPS

Media pendidikan adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pembelajarannya (Hamalik, 1985 : 23).

Sebagai sumber pembelajaran IPS, media pendidikan diperlukan untuk membantu guru dalam menumbuhkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran IPS. Diversifikasi aplikasi media atau multi media, sangat direkomendasikan dalam proses pembelajaran IPS, misalnya melalui : pengalaman langsung siswa di lingkungan masyarakat; dramatisasi; pameran dan kumpulan benda-benda; televisi dan film; radio recording; gambar; foto dalam berbagai ukuran yang sesuai bagi pembelajaran IPS; grafik, bagan, chart, skema, peta; majalah, surat kabar, buletin, folder, pamflet dan karikatur; perpustakaan, learning resources, laboratorium IPS; serta ceramah, tanya jawab, cerita lisan, dan sejenisnya (Rumampuk, 1988 : 23-27; Mulyono, 1980 : 10-12).

E. Pemanfaatan Media Massa sebagai Sumber Pembelajaran IPS

Dari beberapa batasan pengertian media massa yang dikemukakan oleh para pakar komunikasi (McLuhan, 1964; Bittner, 1980 : 10; Wright, 1985 : 2-7; Susanto, 1980 : 2; NCSS, 2002) maka berikut ini sintesanya.

Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Pengertian "dapat" di sini menekankan pada pengertian, bahwa jumlah sebenarnya penerima pesan informasi melalui media massa pada saat tertentu tidaklah esensial. Yang penting ialah "The communicator is a social organization capable or reproducing the message and sending it simultaneously to large number of people who are spartially separated" (Tan, 1981 : 73). Adapun bentuk media massa, secara garis besar, ada dua jenis, yaitu : media cetak (surat kabar dan majalah, termasuk buku-buku) dan media elektronik (televisi dan radio, termasuk internet).

Media massa dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran IPS, karena media massa pada hakekatnya merupakan representasi audio-visual masyarakat itu sendiri. Sehingga fenemona faktual yang terjadi di masyarakat, dapat secara langsung (live) diliput dan ditayangkan media massa (melalui siaran televisi atau radio, misalnya). Pemanfaatan media massa artinya penggunaan berbagai bentuk media massa, baik cetak maupun elektronik untuk tujuan tertentu-yang dalam kajian ini disebut sebagai sumber pembelajaran IPS.

Guru dapat memanfaatkan atau memberdayakan media massa sebagai sumber pembelajaran IPS secara optimal dan efektif sehingga dapat menunjang keberhasilan pembelajaran IPS melalui tiga cara, yaitu :

1. media massa dapat memperbaiki bagian konten dari kurikulum IPS;

2. media massa dapat dijadikan alat pembelajaran yang penting bagi IPS; dan

3. media massa dapat digunakan untuk menolong siswa mempelajari metodologi ilmu-ilmu sosial, khususnya di dalam menentukan dan menginterpretasi fakta-fakta sosial.(Clark, 1965 : 46-54).

Sebagai konsekuensi logis dari pemanfaatan media massa sebagai sumber pembelajaran IPS di tingkat persekolahan, maka menurut Rakhmat (1985 : 216-258), terdapat paling tidak empat buah efek pemanfatan media massa, yaitu :

1. Efek kehadiran media massa, yaitu menyangkut pengaruh keberadaan media massa secara fisik;

2. Efek kognitif, yaitu mengenai terjadinya perubahan pada apa yang diketahui, difahami, atau dipersepsi siswa;

3. Efek afektif, yaitu berkenaan dengan timbulnya perubahan pada apa yang dirasakan, disenangi, atau dibenci siswa; dan

4. Efek behavioral, yaitu berkaitan pada perilaku nyata yang dapat diamati, yang mencakup pola-pola tindakan kegiatan, atau kebiasaan berperilaku siswa.

F. Penutup

Berdasarkan kajian teoretik, ternyata :

1. Kelemahan kadar pembelajaran IPS selama ini terletak pada, antara lain : teacher centered, cenderung naratif/ekspositori, dan kurang mengoptimalkan sumber pembelajaran (baik by design maupun by utilization).

2. Pemanfaatan media massa sebagai sumber pembelajaran, diyakini dapat meningkatkan kadar pembelajaran IPS.

3. Media massa adalah sesuatu yang sangat berpengaruh di dalam pembelajaran IPS.

Kemudian, berdasarkan kajian empirik, ternyata : para siswa-di tingkat persekolahan yang memanfaatkan media massa sebagai sumber pembelajarannya cenderung lebih baik hasil belajar IPS-nya daripada yang tidak memanfaatkannya.

DAFTAR PUSTAKA

AECT (1977). The Definition of Educational Technology, Association for Educational Communication and Technology,.

Al Muchtar, S. (2000). Epistemologi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Bandung : Gelar Pustaka Mandiri.

Buntoro, T.M.R.S. (1977). "Penelitian mengenai Prestasi Sekolah Anak dalam Hubungannya dengan Kegemaran Membaca". Jurnal Psikologi Indonesia, 2, 43-54.

Clark, L.H. (1965), Social Studies and Mass Media. Plainfield, N.J. : New Jersey Secondary School Teachers Association).

Galagher, N. (2002). Recognising Bias and Distortion in Television News Programs. [Online]. Tersedia : http://hsc.csu.edu.au/pta/scansw/bias.htm. [10 Nopember 2002].

Hamalik, Oemar. (1982). Media Pendidikan. Bandung : Alumni.

Hasan, S.H. (1996). Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial. Bandung : Jurusan Pendidikan Sejarah-FPIPS IKIP Bandung.

Karnadi dan Sutisno, P.C. (Eds.) (2001). "Minat Pelajar SMU dan Mahasiswa terhadap Pendidikan Demokrasi melalui Siaran Televisi". Teknodik. V (9), 27-38.

McLuhan, M. (1964). Understanding Media : The Extensive of Man. New York : McGraw-Hill.

Mustofa, H. (2001). "Pemanfaatan Media Cetak dalam Pembelajaran IPS". Jurnal Ilmu Pendidikan, 8 (4), 328-333.

NCSS. (2002). Strategies for Integrating Media Literacy Into the Social Studies Curriculum. [Online]. Tersedia : http://www.mediad.org/studyguides/ Strategies for Integrating Media Literacy/html. [10 Nopember 2002].

NCSS. (2003). Curriculum Standard for the Social Studies. [Online]. Tersedia : http://www.ncss.org/. [14 Pebruari 2003].

Rakhmat, J. (1985). Psikologi Komunikasi. Bandung : CV. Remadja Karya.

Rumampuk, D.B. (1988). Media Instruksional IPS. Jakarta : P2LPTK-Ditjen Dikti Depdikbud.

Somantri, M.N. (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung : PPS-UPI dan PT. Remadja Rosda Karya.

Splaine, J.E. (1991). "The Mass Media as An Influence on Social Studies". Dalam Shaver, J.P. (Ed.) (1991). Handbook of Research on Social Studies Teaching and Learning. New York : MacMillan Publishing Co.

Sutisno, .P.C. (1999). "Pengaruh Media Televisi terhadap Pendidikan : Kajian Dampak Media Massa". Teknodik. IV (7), 20-43.

Tan, A.S. (1981). Mass Communication Theories and Research. Ohio : Grid Publishing, Inc.

Tandowidjojo, JVS. (1985). Media Massa dan Pendidikan. Yogyakarta : Kanisius.

Toffler, A. (1981). The Third Wave. New York : Bantam Books.

Venus, A. (2000). "The Role of Media Educatioan in Developing Children`s Critical Thinking Toward TV Programs". MediaTor, 1 (1), 57-61.

Waldopo. (2000). "Potensi Televisi sebagai Media Pendidikan dan Pembelajaran". Teknodik. IV (8), 53-58.

Welton, D.A. dan Mallan, J.T. (1988). Children and Their World : Strategies for Teaching Social Studies. Boston : Houghton Mifflin Company.

Wronski, S.P. (1971). "Teaching of Contemporary Affairs", dalam Deighton, L.C. (Ed.). The Encyclopedia of Education. Vol. 2. USA : MacMillan and Free Press.

Saya arief a. mangkoesapoetra setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). .

CATATAN:
Artikel-artikel yang muncul di sini akan tetap di pertanggungjawabkan oleh penulis-penulis artikel masing-masing dan belum tentu mencerminkan sikap, pendapat atau kepercayaan Pendidikan Network.